Monday, May 8, 2017

[Resensi] Luka Dalam Bara

Posted by Lendy Kurnia Reny at 1:43 PM
Assalamu`alaykum, booklovers.


Sejak mendatangi acara Book Tour & Meet and Greet Bernard Batubara, aku langsung kembali jatuh cinta pada yang namanya buku. Khususnya yang bergenre novel, romantic and so on....
Dulu, aku gemar sekali membaca buku setebal Mira. W yang memang dikemas dengan bahasa yang apik. Atau buku Lupus-nya Hilman. Buku-buku tersebut buat aku memorial banget.


Sekarang?

Terakhir baca buku novelnya Dee Lestari yang Madre. Atau Tentang Kamu-nya Tere Liye. Selebihnya, buku-buku parenting. Ternyata aku jenuh. Butuh refreshing. Dan akhirnya....aku bertemu dengan Bara yang sedang launching buku barunya di Toko Buku Gramedia Merdeka, Bandung.



Judul : Luka Dalam Bara
Penulis : Bernard Batubara
Editor : Teguh Affandi
Genre : Cerita Pendek, Romance
Jumlah Halaman : 108 halaman
Penerbit : Penerbit Noura (PT. Mizan Publika)
Tahun terbit : 2017
Ukuran : 20 cm



Pertemuan pertama tanpa ekpektasi apa pun.

Mungkin dalam bab `Ingatan-Ingatan Yang Hanya Samar` dalam buku Luka Dalam Bara ini adalah titik yang paling penting dalam sepanjang buku yang aku baca. Karena justru pada bab akhir inilah Bara menceritakan bagaimana ia bertemu dan bertemu lagi dengan wanita yang bisa membuatnya jatuh cinta berkali-kali.

Meskipun masuk dalam bagian `Ingatan-Ingatan Yang Hanya Samar`, namun penggambaran perasaan dan suasana saat itu justru terasa sangat dalam dan berkesan. Bagaimana Bara sangat berdebar hanya dengan menatap matanya, atau mekarnya bunga-bunga dalam perutnya dengan tangkai yang bergerak-gerak diembus angin tenang, serta dialog pada diri sendiri yang menyatakan bahwa 

Aku sedang jatuh cinta lagi. Pagiku terbuat dari suaramu. Potongan-potongan memori yang berkelebat tentangmu. Dan senyumku tersebab semua itu.

(Luka Dalam Bara, hal. 93 ~ Ingatan-Ingatan Yang Hanya Samar [2])



Alasan Mengapa Bara Jatuh Cinta Padanya...

Aku mencintainya karena ia mencintai kata-kata.
Aku mencintainya lebih lagi karena ia mencintai buku-buku.
Aku mencintainya karena ia adalah buku bagi kata-kata yang tidak bisa aku tuliskan.
Aku mencintainya karena ia menjadi rumah bagi setiap kecemasan yang tidak perlu aku tunjukkan.

(Luka Dalam Bara, hal. 7 ~ Rumah)


Kadang kita tidak butuh alasan untuk bisa jatuh cinta pada seseorang. Dia mungkin biasa saja, tapi bisa membuat kita nyaman. Dengan senyumannya, tutur kata yang baik dan pandangannya yang teduh. Hal itu cukup menjadikannya alasan mengapa Bara mencintainya.

Bara jatuh cinta pada J (inisial wanita dalam buku Luka Dalam Bara) adalah karena mereka punya banyak kesamaan. Sama-sama suka buku, kata-kata dan seni. Sama-sama menyukai kota tua dan benda mati. Sama-sama suka hal klasik yang kadang sudah jarang orang lain lakukan. Seperti bertukar pesan lewat surat kecil, atau bahkan hanya dari sobekan kertas blocknote.



Bertukar pesan dengan cara klasik inilah yang sukses diterjemahkan melalui bahasa gambar oleh Alvin. Aku pribadi menyukai cara Alvin menggambarkan perasaan Bara dalam buku ini. 
Nikmati juga keseruan Book Tour bersama Bernard Batubara, Alvin dan tim Noura Publishing di tulisan aku yang ini :




Kota Cinta Itu Bernama Yogya.

Bagi sebagian orang, sebuah kota adalah hal biasa yang hanya untuk tinggal sementara atau bahkan memang tempat untuk menetap selamanya bersama keluarga dan pekerjaan. Tapi tidak bagi Bara.

Yogyakarta.
Adalah kota tempat ia menimba ilmu, bekerja dan kini, saat cinta itu bersemi, di kota cinta inilah yang diberi nama, Yogyakarta.

Bila kamu sempat ke kota cinta ini, kamu akan merasakan kehangatannya. Bagaimana Bara menggambarkan kerinduannya...

Sebab,
Sekali waktu kita akan merasa bahwa rindu yang paling hakiki adalah rindu itu sendiri.

(Luka Dalam Bara, hal. 74 ~ Rindu)

dan menjalin keterikatannya di dalamnya.


Dan Bara Pun Banyak Bersyukur.

Dalam buku Luka Dalam Bara, banyak sekali aku menemukan betapa bersyukurnya ia telah mengenal dan pernah bersama J. Hubungan selama kurang lebih 3 tahun bersama, telah memberikan banyak hal positif.

Kita mampu berharap dan memperhitungkan. Namun hari esok akan selalu menjadi misteri. Waktu terus mengalirkan peristiwa-peristiwa dan cara terindah mensyukuri cinta. Bersamamu adalah menikmati yang ada pada saat ini.

(Luka Dalam Bara, hal. 11 ~ Doa)

Hingga Bara Menyimpulkan,

buku yang merupakan kumpulan fragmen ini layak untuk ditulis ulang dan dibukukan. Di dalamnya tidak hanya berkisah tentang patah hati, namun juga terdapat cinta, rasa syukur, doa, dan harapan serta mimpi-mimpi. 

Karena menjadi penulis bagi Bara bukan hanya untuk menuliskan kata-kata yang dapat ia sampaikan, tapi juga membuat ruang imajinasi untuk menemukan dunia baru. Dan juga cara Bara menyampaikan berbagai macam bentuk emosi yang ia rasakan. Marah, gelisah, patah hati, cemburu, emas, takut. 

Bara bersyukur sudah mengalirkan rasa kepada penikmat kata-katanya. Dan semoga rasa sakit itu perlahan memudar dan sirna.



Akhirnya,
Aku pun bersyukur kembali menuliskan resensi buku yang sudah aku baca dan berbagi kepada kalian semua, booklovers
Semoga bermanfaat.


Salam hangat,













35 comments:

Noe Traveler said...

Kisah cinta memang nggak akan ada matinya ya utk diangkat dalam tulisan dan buku. Bikin yg baca termehek2 jugaa pastinya

Helenamantra said...

aku tu ga suka baca novel atau buku genre roman. Tapi lihat ilustrasi dan inget penulisnya cowo tapi mellow, jadi penasaran buat baca buku ini

Shona Vitrilia said...

aku pun merasa titik terpenting itu d bab terakhir. tooosss

Nur Rochma said...

Aku suka blognya, enak banget bacanya, tulisan dan tampilannya. Maaf gagal fokus.

Aku suka romance. Kayaknya paling banyak genre romance di rak bukuku deh daripada lainnya. TFS ya. Belum pernah baca novel yang ini.

Wardhina Ayu said...

Pagi pagi baca resensi, jadi inget proyek sendiri :D Malah curhat-_-

Aku suka banget sama novel, dapetin tulisan ini bikin kepengen baca novelnya juga. Sukses mba :)))

Eni Rahayu said...

Seru mbak novelnya. Gaya resensinya emak dibaca. Saya suka saya suka...

Lidha Maul said...

Lendy blogmu bikin gagal pingsan, enjoy banget dilihat.
Tulisannya juga. Eaaaa, ngomongin cinta ya. Saya suka lho kata2nya bara ini, dulu ada baca bukunya dan memang menyesap banget. Apalagi kalau yang dibahas cinta, aduhai diri ini yang telah jatuh cinta padanya yang mengandung kata-kata, sukar sekali untuk tidak jatuh cinta kedua kali-ketiga padanya.
Semoga lancar jaya dengan blog bukunya ya :)

Frida Herlina said...

Aku juga terpana saat berkelana di blog ini. Font nya unyu2, masih pake burung hantu lucu (kayak di blog satunya yak), sama itu tuh ilustrasi atas blog nya juga adem liatnya. Sukaaa gambar cewek lagi asik baca.

Baiklah, aku jg jenuh nih akibat sering baca novel detektif/misteri. Makanya aku lgs jatuh cinta sama ulasan2 romance macam gini. Bara jg msh muda ya. Suka deh liat yg muda yg berkarya.

Imaniar Hanifa said...

Blognya lucu banget sihh :3

Bara ini salah satu penulis yang aku kagumi. Selain produktif banget, karyanya juga tumbuh. Setiap buku terbarunya selalu punya rasa "Bernard Batubara"

Evi Fadliah said...

Tampilan Blognya asikk Mbakk.. Suka liatnya ����#Ehh

Novel romance mang seru dibaca, dari penjabarannya harus baca juga novel ini.

Liza Fathia said...

aku dulu pernah baca buku bara yang apa entah judulnya, udah lama banget. Kalau luka dalam bara itu buku baru ya mbak. jadi penasaran bagaimana kisah cinta bara

zarirah achmad said...

Aiihh mak romantis kalii
Hmm masukin ke reading list ah :*

Tati Suherman said...

Cerita nya romantis sekali, dulu aku suka banget baca novel, cerpen tapi sekarang kalau kelamaan suka pusing. Kenapa ya

Okti Li said...

Harus beli online nih sepertinya secara di Cianjur tidak ada toko buku besar

Timothy W Pawiro said...

Entah kenapa pengen ngomenin tampilan blognya yg cakep dengan gambar hati hehe.
Kayaknya Luka Dalam Bara uda sering sliweran di temlen, sptnya patut dibaca nih next time krn penasaran :)

Lendy Kurnia Reny said...

Terima kasih komen tentang templatenya, sahabat booklova...
Tapi ada kendala niih...
Aku gak bisa bales komen di bawahnya langsung.

Ada yang bisa kasih solusi?
Hhhahha...jadi aku segaptek itu doonk....

Rach Alida Bahaweres said...

Kalimatnya bikin klepek klepek saking romantis. Hihiihii

Tomi Purba said...

romantis banget mba.. ini bisa digunakan kalau mau pedekate ama cewek nih hehehe... berapaan harga bukunya nih mba?

Nyi Penengah Dewanti said...

baca reviewnya aja aku udah termehek-mehek apalagi baca keseluruhan ceritanya. haduhhhh

blogbaru ya mba? Selamat menghuni rumah baru dengan buku-buku

Aprillia Ekasari said...

Mbak template blogmu yg ini kok lucu sih? :D
Tengkyu reviewnya. Aku penasaran apakah di dunia nyata ada cook kyk Bara ini, yg bisa jatuh cinta sama perempuan yg sama berkali2 hehe

Perempuan November said...

dan membaca beberapa penggal saja untaian kalimat dalam buku Luka dalam Bara di postingan ini sukses membuatku teringat seseorang yang membuatku jatuh cinta berkali-kali. aku baper mbak hahahhaha :D

Rindang Yuliani said...

Jlebb banget ya quote2nya. Mupeng banget pengen baca novelnya. Bagi bookholic, membaca karya sastra dalam bentuk novel seperti ini adalah me time terfavorit.

@unggulcenter said...

Aga awkward ya judul sama penulis namanya rada sama. Semacam pengalaman pribadi mungkin

andhikamppp said...

Fully romantic ya bara itu? Tadinya aku mau masukin ke list sih karya bara. Tapi justru sedang menghindari roman.

Tulisanku sering dibilang romantis abisan. Padahal kan, enggak gitu

Jiah Al Jafara said...

J, mungkin kah aku?

Wkwkwk

Enggak mungkin. Dan Jogja mnjadi latar. Ya emang kdg kita mrasa udah cocok bgt sama org, tp kenyataannya lain

Perempuan Unik said...

Saya sdh lama gak baca romance. saya mau nyari buku ini juga

William Giovanni said...

Kisahnya menarik untuk dilanjutkan dengan tindakan membeli dan membaca bukunya. Quotenya kok "dalam banget" ya, jadi penasaran membaca buku secara keseluruhan.

Tukang Jalan Jajan said...

salah satu penulis asal Kalbar yang bersinar dikancah Nasional. keren keren ya ceritanya. ntar klo balik kampung mau minta TTD akh

Nabela Aprilia said...

Uuuhh... Bara so sweet banget. haha...
aku suka tulisan dia, aku baru baca buku yg "Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri" dekrispsi, kata-katanya bagus, suka aja.
Jadi penasaran sama mbak J nya, suka bertukar kata-kata gitu, lucu banget. Terus ada ilustrasinya juga, lengkap. Dooh... Jogja!

refika artari said...

hmmm sepertinya buku ini seperti buku buku tulisan xxxx xxxx romantis dan melow..

suamiku penyuka buku buku seperti ini xiixii.. berbeda dgn aku.. terus terang aku tidak terlalu berminat biasanya

Mahadewi Sugiastuti Shaleh said...

Kata-katanya Bara itu selalu seperti orang jatuh cinta banget, dan bikin jatuh cinta. Bukunya wajib dibaca tapi antrean kesekian karena ada buku lain yang harus dibaca hahahaha

Ira Guslina Duniabiza said...

bara ini sejak awal udah mencuri perhatian banget,muda tapi karyanya banyakkk... makin ke sini karyanya makin cihuy dan enak... dan luka dalam bara ini unik juga ya. anglenya ga biasa. jadi makin penasaran ingin membaca..

Lendy Kurnia Reny said...

Mba Fikaaa...
kenapa nulisnya pake disensor xxxx ... ?
Jadi penasaran tingkat dewa.

haahha...

Dikki Cantona Putra said...

Resensiannya cukup bagus
Harga bukunya berapa tuh mba? Jadi penasaran mengenai percintaan bara dengan dia dan jadi pingin baca langsung deh di bukunya

Ipeh Alena said...

Lucu headernya. Sukaaa deh. Soalnya kan blog saya mah biasa aja gitu ga ada header wakakakak.

Bara, saya suka kalau itu terkait kumcernya dia. Kalau udah novel, saya suka ilfil gitu. Entahlah harus butuh berapa purnama lagi buat ngembaliin rasa patah hati saya pas baca novelnya. Kalau kumcernya sih akan selalu saya nantikan.

Post a Comment

 

Bacaan lendyagasshi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review