Monday, June 5, 2017

Bedah Buku "The Organized Mind"

Posted by Lendy Kurnia Reny at 1:45 AM

Assalamu`alaykum, sahabat book lovaa...


Pernah gak siih....menghitung jumlah whatsApp grup kamu?
Aku dulu bangga banget waktu ditanya sama salah seorang sahabat masalah jumlah grup WA. Yang ada di benakku, karena sayang ilmu...jadi ikutlah di beberapa grup. Lucunya, grup tersebut beranak pinak. Dari yang asalnya status aku cuma member, karena aktif berkomentar dan mengerjakan apa yang ditargetkan oleh admin, naiklah pangkat jadi fasilitator. Em, semacam admin juga siih....tujuannya bantu mengarahkan kalau-kalau sedang diskusi.

Senangnya luar biassaa....

Tapi lama-lama, hayati lelah, Bang...
Terlalu banyak grup membuat hidupku tak sesunyi dahulu lagi, saat teknologi jaman SMS dan telpon doank...
Sekarang,
dikit-dikit bergetar...dikit-dikit bunyi.

Aaarghh~~

Naah,
ini ada buku keren banget niih...yang dibahas sama kang Darmawan Aji (seorang Life Coach dan NLP Expert). Ikutin yuuk...




Karena aku hanya ikutan bedah bukunya di grup telegram (nanti aku infoin di bawah. Feel free to join us), jadi aku gak punya detail bukunya. 

Judul buku : The Organized Mind


Oke,
Jaman sekarang begitu banyak informasi berlebih yang membuat kita tergoda untuk melakukan pekerjaan multitasking. Kita berasumsi bahwa multitasking akan menghemat waktu kita. Kita merasa hebat, cerdas dan produktif saat melakukan multitasking. Yang ternyata hal tersebut hanyalah Self-Delusion

Apa yang terjadi adalah sebaliknya.

Otak manusia sebenarnya tidak didesain multitasking melainkan single-tasking. Otak ini tidak bisa mengerjakan tugas bersamaan secara paralel.

Source : pinterest - Gambar otak manusia saat melakukan multi-tasking

Saat multitasking, sebenarnya otak bekerja secara sekuensial - berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya. Istilah psikologisnya “attentional switching”.


Riset menunjukkan, kita memerlukan waktu transisi 64 detik untuk beralih dari satu tugas ke tugas lainnya. Riset lain menyebutkan lebih parah, kita memerlukan waktu 25 menit untuk kembali fokus mengerjakan tugas setelah kita terdistraksi.

Artinya apa? 

Kita menuntaskan suatu aktivitas lebih lama jika dilakukan sambil mengerjakan aktivitas lainnya. Riset menunjukkan, 


Multitasking membuat kita membutuhkan waktu 50% lebih lama untuk menyelesaikan tugas. Produktivitas turun 40% dan risiko kesalahan meningkat 50%.
Kualitas hasil pekerjaan pun semakin turun bila dilakukan dengan multitasking.



Apa solusinya? 
Solusinya : Single-tasking.




Lakukan satu aktivitas dengan fokus. Matikan seluruh sosial media dan notifikasi handphone saat kita mengerjakannya. Bila otak kita mulai lelah, lakukan break.

Kita bisa belajar dari pertugas Air Controller di bandara. Mereka hanya diperkenankan bekerja 45-60 menit saja dan wajib break 15-30 menit setelahnya. 
Mengapa? 
Karena otak kita lelah setelah fokus 45-60 menit.


Tips Produktif 

[Disarikan dari beberapa buku dan Penelitian]

1. Jangan buka hape di pagi hari
Matikan semua notification sampai pekerjaan Anda selesai. 

Membuka notif walau cuma beberapa menit, menyebabkan kehilangan fokus, dan butuh 28 menit agar kita bisa fokus kembali.

Bisa dibayangkan jika tiap 30 menit anda mengecek hape? Apa yang bisa anda hasilkan? 


2. Susun to-do list hanya 3 saja, dan pilih 1 tugas paling penting (Most Important Task)
Mengapa perlu Most Important Task? 
Agar ini yang pertama kali anda kerjakan. 
Jika tidak begitu, kita akan cenderung mengerjakan yang mudah terlebih dahulu

Mengapa hanya 3? 
Agar kita bisa lebih fokus, dan lebih percaya diri menyelesaikan semua task hari ini.

Kepercayaan diri itu yang menjadikan kita tetap semangat dan berenergi.
Ingat hukum pareto, hanya kerjakan 20% akan mendatangkan hasil 80%


3. Kerjakan tugas dengan fokus
Set alarm untuk 25 menit.
Fokus bekerja - matikan notif - abaikan semua gangguan.
Fokus - fokus - fokus.
Jangan beranjak dari kursi, dan hanya berhenti jika alarm telah berbunyi.

Hanya minta 25 menit anda, tapi yang berkualitas. Maka anda akan terkagum-kagum dengan hasilnya.

Jika dibutuhkan tambahan waktu, lakukan pola seperti ini.
25 menit kerja, 5 menit relax
25 menit kerja, 5 menit relax
25 menit kerja, 5 menit relax
25 menit kerja, 20 menit relax panjang (round ke-4)
Ulangi jika diperlukan.


4. Usahakan menyelesaikan semua Task, sebelum makan siang
Biasanya seseorang menjadi lebih produktif saat sedang mengejar deadline.


5. Ketika jam makan siang, semua pekerjaan telah selesai. Dan silakan menikmati hidup 😄
Jangan lupa berikan penghargaan dan perayaan kecil atas pencapaian anda hari ini.

"Produktif membawa kebahagiaan..."




The points :

1. Fokus 
Hindari distraction. Jangan diperbudak notifikasi. Lakukan unsubscribe / logout.

2. Jangan banyak list, buat prioritas.
Kerjakan yang sulit terlebih dahulu

3. Kelola mindset, agar tidak stress dan tetap mindful.

4. Manajemen waktu = Manajemen energi.
Habiskan energi dengan bijak. 
Memilih warna baju energinya sama dengan membuat keputusan di rapat. 

5. Keep it Simple, keep it short, dan jangan lama-lama. Less doing, more living. Do less, achieve more.

6. Delegasi

7. Istirahat cukup, kesehatan sangat berharga

8. Jadikan kebiasaan, hindari penundaan 

9. Work-life balance, jangan lupa bahagia

10. Belajar alur fikir (lihat gambar), manfaatkan alat bantu, dan tips menggunakan teknologi. 


Alur pikir

Gimana niih....?
Uda pada tercerahkan yaa....selama ini kita bagaimana cara berpikirnya? Terutama buat emak-emak yang (biasanya) seneng banget kalo dianggap multitasking sama suami.

Mulai rubah kebiasaan yuuk...
Agar pekerjaan dan hasilnya bisa maksimal.


Sekian hasil dari bedah buku di grup telegram kang Darmawan Aji.Buat yang mau join, silahkan ke link berikut :




Bakalan lebih banyak buku lain yang akan dibedah. Jadi gak akan mati gaya deeh...


Oke, semuanya...semoga bermanfaat.

Salam hangat,







36 comments:

Dian Ravi said...

Aku udah mulai menyerah sama yang namanya multi tasking. Dulu bangga banget, bisa jait/bikin kue sambil nonton. Trus masih disambi jualan online. Sekarang mulai sadar, hasilnya kurang maksimal semua.
Bukunya menarik euy. Pengen. Tapi tumpukan buku di rumah masih segunung. Aku masukin wishlist dulu ah. Makasih ya, Mbak Lendy.

Alaika Abdullah said...

Nice tips! Aku termasuk yang sangat2 multi tasking, dan sedang berusaha beralih ke single tasking nih, walooooo, berat ternyata. Hehe. But should commit to try lah ya! hehe.

Icha faizah said...

Kodrat perempuan memang multitasking ya. Begitu pun bagi saya, punya idealisme sendiri dalam ngurus rumah tangga. Tapi kadang, saya harus meruntuhkan idealisme dan menurunkan standar ketika realitanya ga sesuai. Punya anak bayi, pgn ngelakuin ini ngelakuin itu jadi serba susah hehe

Faradila Danasworo Putri said...

Bener bangeeeet! Kerasa banget waktu ngerjain thesis, klo ke distract jadi susah fokus lagi (atau emang males ya hahaha). Thank you poin2 pentingnya mbak. Membantu banget!

Nurul Fitri Fatkhani said...

Nah..bener banget tuh..! Multi tasking malah membuat pekerjaan lebih lambat selesai.

Helenamantra said...

multi-tasking, aku banget. Masak sambil ngajak main anak sampai anakku bilang, "Duduk sini.". Riweuh kali ya lihat emaknya mondar-mandir. Trus I made too many to-do list for a day. Perlu ku ubah nih. Makasih banyak yaa tipsnya

myfoottrip dot com

Andy Hardiyanti said...

Saya dulu orangnya multitasking banget, tapi makin ke sini kok makin gak bisa fokus kalau multitasking :D

Ya udah, jadinya kerjain satu dulu sampai beres..baru ngerjain yang lain.

Aprillia Ekasari said...

Wah ini buku yang must read nih, krn aku selalu merasa kesusahan buat ngerjain bbrp hal di waktu yg sama sekaligus hehe
Bagus tipsnya ttg prioritas situ mbak TFS

Harie Khairiah said...

wah ternyata multitasking itu malah nggak efektif yaa tfs

Nchie Hanie said...

Aku dulu bener2 multitasking, tapi sudah dua tahunan ini mulai mengurangi, jadi yang memang bener2 penting menurutku hihii

Ingin lebih fokuuus

Vanisa Desfriani said...

waah, bener teh. nulis satu postingan aja sha ga selesai2 karena disambi main sosmed. Jadi kurang efektiff

Shona Vitrilia said...

bahagianyaaaaa... pernah merasa nelangsa gegara aku ga bisa multi tasking. karena kan emak2 identik sama banyak pekerjaan. jadi mulai berbesar hati sejak bu septi bilang kalau kerja itu satu2. dan ditambah tulisanmu mba, aih Alhamdulillah ternyata aku bukan ibu2 coret haha.. pinjeeeeem bukunyaàaa

Dyah Prameswarie said...

Tipsnya menarik, nih. Berguna banget buatku yang banyak kerjaan. Makasib sharingnya ya :)

herva yulyanti said...

bukunya mantap dan benar aku setuju makanya aku ga bisa membagi atensi selalu fokus sama 1 tugas dlu ah terselamatkan xixixixi

susie ncuss said...

Wah, kalau aku blm bs single tasking, krn pekerjaan menuntut begitu.
Sbg salah 1 middle management, aku harus mengakomodir instruksi dr atas dan jg mereview pekerjaan yg ada di bawahku.
Sesuatu bgt lah. Tp msh enjoy aja sih smpe skrg :D

Evi Sri Rezeki said...

Bener banget, saya punya kebiasaan bikin to do list yang panjang dan biasanya cuma bisa selesai setengahnya. Mau belajar bikin to do list 3 aja he he

Naqiyyah Syam said...

Wah bukunya bagus nih makasih ya sudah di review. Benar bangetbkudu fokus ama list ya, ngecek hp? Uhuy betul banget hahah

Uwien Budi said...

Noted. Pagi2 seleein tugas rumah, jangan buka HP dulu. :)

Aprillia Ekasari said...

Pengen buku fisiknyaaaaa hehe

Nurliana Syaf said...

Dulu, aku juga ngerasa bangga dan bahagia punya banyak grup WA, aktif ngobrol sana sini, dan ngerjain banyak hal. Sampai kemudian baru ngerasa lelah dan terllau sibuk dengan dunia maya. Hahah...
Sepertinya memang cukup gadget aja yang punya multitalsking handal. Manusia cukup pada kemampuan biasa aja, yaa

Mita Oktavia said...

Selama ini berarti pemahaman aku salah yaa. Ternyata multi-tasking malah bikin produktivitas turun. Selama ini kan aku mikirnya pekerjaan satu dan lain kalo bisa dikerjain bareng kan biar sama-sama cepet kelar, taunya malah lebih lama daripada single tasking ya. BErarti emang kudu diubah kebiasaannya.

zarirah achmad said...

Pengen bisa ga ngecek-ngecek hape, hidup kembali seperti zaman dulu tapi apadaya kerjaan koordinasinya lewat handphone mbak huhu

Btw, grup itu kegiatannya ngapain aja mbak? Jd pengen ikut ^^

Tomi Purba said...

Eh komentarku masuk gak ya mba... Buku ini aku wishlist utk dibaca mba. Keliatannya bagus

Tomi Purba said...

Wah berarti komentarku yg sebelumnya gak masuk..

Aku udh screenshot tulisan diatas terutama point single Tasking mba dan share ke grup kantor.. setidaknya biar para boss² tercerahkan hahaha

Jiah Al Jafara said...

Intinya ngerjain satu2 dulu biar pokus. errr, itu buka HP kerjaanku tiap pagi,liat ada email kagak, hwaaa

Beneran kudu dibuat list mulai sekarang

Perempuan Unik said...

ah jadi begitu. Gak ada yg namanya multi tasking

Tukang Jalan Jajan said...

wah cocok, aku ngerasa beberapa minggu ini sangat kurang efektif dan banyak waktu luang yang terbang sia sia. mungkin karena aku lagi lelah jiwa dan raga dan ngga kepengen ngapa ngapain

William Giovanni said...

Pembahasan yang bagus tentang multi tasking kerapa jadi sebuah keunggulan, padahal hasilnya jadi tak maksimal. Teknologi yang digunakan untuk tujuan mempermudah, malah jadi mengurangi fokus kita saat melakukan sesuatu.

Nurul Fitri Fatkhani said...

Wah...iya, kalo multitasking memang gak efektif, malah banyak yang gak selesai.
Oh iya, ngecheck notif dipagi hari memang nyita waktu dan perhatian..akibatnya kerjaan banyak yang gak selesai :(

@atanasia_rian said...

Hahahah benenr banget nich. Sosmed sering jadi racun buatku, bikin males nulis jadinya hahaa

Mahadewi Sugiastuti Shaleh said...

Aku dulu super multitasking tapi yang terjadi sekarang akibatnya otak aku merasa lelah. Dan sejujurnya aku sering enggak fokus. Memulihkan efek dari hal ini tuh lama banget sampe sekarang single tasking suka kelewat dan bingung. Padahal dulu enggak.

vira elyansyah said...

Aku hobi banget multitasking, jadi maskeran sambil ngepel, nah kan lumayan pas maskeran kering, ngepel juga selesai (=^ ^=) hehhee

Tapi kalo lagi ngeblog, kaya yang mbak sampein diatas, aku sengaja matiin internet, abis godaannya banyak, entar yutupanlah, nonton kdramalah aah tidaak

HELLO FIKA said...

Bukannya aku ga mau single tasking yang ada kerjaanku ga beres2..

Entahlah tp multitasking skrg ini masih jd andalanku. .

Masak sambil nyuci piring sambil nyuci baju. . sambil jemuran. .

Atau mungkin itu bukan multitasking kali ye. . cuma pandai berpindah pindang, misal tempe perlu waktu 5 menit u garing, maka 5 menit itu aku pakai untuk nyuci piring. . atau merebus telur perlu 15 menit. . maka aku tinggalkan telur dlm panci dan naik ke balkon untuk jemuran

Ira Guslina Duniabiza said...

nah iya ya mba... karena otak tidak multitasking itu ya makanya selalu ada jeda. Ga kebayang deh kalau otak juga multitasking bisa2 perintah yang disampaikan ke indera malah berantakan. Mau mengaduk sayur malah dikasih air cucian. Hihii... tapi luar biasalah orang2 yang bisa memanage oyak mereka yang singel tasking dengan tugas yang efektif..
Mba Lendy bacaannya keren euy...

Dikki Cantona Putra said...

berarti jauh lebih baik apabila kita menyelesaikan pekerjaan dalam single tasking dong ya jangan yang multi tasking? tetapi, bukannya jauh lebih cepat mengerjakan tugas yang multitasking ?

erina julia said...

yaaakkk its true!!
aku sekali kedistract, kelar. malah jadi ga fokus semuanya

:(

Post a Comment

 

Bacaan lendyagasshi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review