Sunday, March 10, 2019

Cantiknya Buku Anak : Kota Kita

Posted by lendyagasshi at 4:38 AM
Bismillah,

Senang sekali, aku bisa bertemu dan bergabung dengan sahabat-sahabat yang memiliki hobi sama.
Sama-sama suka buku.
Meski ada beberapa pilihan kelas diskusi, aku tetap tergabung di grup inti, sehingga tetap bisa ikutan kelas membaca bersama, yang diberi tagar kelas #MocoBareng.

Dan kami biasanya sepakat, meminjamnya di perpustakaan digital, seperti iPusnas atau iJak dengan jumlah stok buku sejumlah anggota kami di grup kelas masing-masing. Kebetulan, eh...gak kebetulan siih...hahaha~ Aku suka banget baca buku non-fiksi, terutama tema-tema self-improvement, parenting atau self-healing. Namun anehnya, mengaku suka...tapi setiap baca, malah novel (fiksi) duluan yang selesai.
Huuhhuu... 😭

Jadi, salah satu cara mengakalimya adalah dengan berga
bung di kelas #MocoBareng Non-Fiksi. Paling tidak, aku punya refrensi buku lebih banyak untuk dijadikan bahan diskusi. Dan ingat, bacanya tuntas.

Adakah sahabat lendyagasshi mengalami hal yang sama?

Kali ini, bakalan ada diskusi seru dari perwakilan kelas Buku Anak. Aku pun rasanya sayang sekali kalau melewatkannya. Akhirnya, setelah lelah meminjam tanpa hasil (entah kenapa, apps iPusnas ku bolak-balik gagal meminjam, jadi aku akali dengan uninstal lalu di instal kembali).

Alhamdulillah,
Finally....




Sahabat lendyagasshi pernah memperhatikan kota tempatmu tinggal?
Naah...ternyata, mengatur sebuah kota itu tidaklah mudah. Ada banyak bangunan yang letaknya dan fungsinya sudah ditentukan sejak dulu. Namun, seiring berjalannya waktu, bisa saja bangunan tersebut harus mengalami perubahan. Entah itu dialih fungsikan atau lebih parahnya, dihancurkan karena mungkin keberadaannya dinilai sudah tidak memenuhi kaidah estetika kota tersebut.


Judul : Kisah Kota Kita
Penulis : DK. Wardhani & Watiek Ideo
Jumlah Halaman : 192 halaman bergambar
Penerbit : PT Bhuana Ilmu Populer
Tahun terbit : Jakarta, 2014
ISBN 13 : 978-602-249-703-5


Melalui buku bergambar ini, pembaca, khususnya anak-anak diajak untuk menjadi penyelamat kota. Karena kota merupakan cerminan siapa diri kita.
(dikutip dari testimoni Pak Ridwan Kamil atas kehadiran buku Kisah Kota Kita)

Ada 10 kisah yang tertuang dalam buku 192 halaman ini. Dengan judul dan visual yang sangat memanjakan mata.

1. Taman Cahaya
2. Jalur Populer
3. Toko Merah
4. Poster Heboh
5. Titian Persahabatan
6. Kantor Jingga
7. Stasiun Pelangi
8. Pasar Pagi
9. Festival Air
10. Pawai Sampah


Ada satu kisah yang sangat aku banget. Jaman aku SD, aku hobi sekali berkirim surat. Karena memang aktivitas anak-anak di jamanku adalah berkirim pesan melalui surat dan akan bangga sekali bila salah satu surat atau hasil karya kita dimuat dalam sebuah majalah. Gak jarang juga, aku membaca kolom surat pembaca untuk mencari, siapa yang bersedia berkenalan melalui surat-menyurat. Istilah kerennya, korespondesi yaa...

Bagitu populernya surat-menyurat hingga keberadaan kantor pos jaman dahulu ramai dikunjungi banyak orang. Kemudian hobiku pun merambah ke mengoleksi perangko. Dan kisah Kantor Jingga pun mengingatkanku akan jaman itu...



Kalian bisa melihat kantor berwarna jingga di ujung sana?
Ya!
Itu adalah Kantor Pos.

Dulu,
warna jingganya berpendar indah. Itu karena dia sangat behagia.
"Aku suka celoteh riang mereka." katanya setiap kali ada anak-anak yang datang mengirim surat atau membeli perangko untuk dikoleksi.

Namun...
Sekarang semuanya berubah.
Kata Motor Pos, anak-anak tak lagi saling berkirim surat atau bertukar kartu ucapan ke sahabat penanya.

"Mereka punya kotak kecil canggih untuk berbincang satu sama lain."



Suatu hari, ada yang berbeda di Kantor Pos.
Rupanya, mereka memiliki Kepala Pos baru. 
Namanya Ibu Murti.
Ibu Murti terlihat bersemangat sekali.

"Aku ingin mengundang anak-anak!", serunya.

Karena rencana yang hebat itulah, Kantor Pos kembali dipenuhi anak-anak. Ternyata, Ibu Murti membuat acara yang seru sekali. Ada lomba menggambar perangko, mewarnai, membuat kartu pos, dan lain-lain.



Waah...
ternyata sebelum ada Kantor Pos, orang-orang jaman dulu mengirim surat menggunakan merpati.

Kini...
warna jingga Kantor Pos kembali berpendar. 
Itu karena dia amat bahagia.
Meski sibuk, anak-anak tak lagi melupakannya.

Yuk, saling berkirim surat atau bertukar kartu dengan sahabat pena, atau mengoleksi perangko.
Karena itu adalah kegiatan yang mengasyikkan!
Kau pun bisa melakukannya. Kantor Pos pasti akan menyambutmu dengan ramah.


Balum lagi, kisah-kisah lainnya yang tentu amat dekat dengan keseharian anak-anak. Seperti sampah. Kota besar mana yang tidak memiliki masalah sampah?

Dari mulai pembuangannya, pengelolaan hingga penggunaannya kembali bila sampah-sampah tersebut bisa di reuse. Dalam buku Kisah Kota Kita, digambarkan bagaimana peran masyarakat untuk mengelola dan memisahkan antara sampah organik dan anorganik. Bagaimana cara memanfaatkan kembali. Tak ketinggalan peran Pemerintah yang mengadakan Pawai Sampah guna mengapresiasi kreatifitas warganya dalam mengelola sampah reuse.


Buku Kisah Kota Kita sungguh tidak hanya mengisahkan dengan baik pada anak-anak, tapi juga memberikan informasi baru yang sekiranya bisa dilakukan anak-anak. Seperti membuat cerita pendek mengenai "Bagaimana Kotamu?", berkreasi membuat kartu pos dan ada fakta unik mengenai sebuah kota.

Seperti ini...


Seru ternyata...
Baca buku anak begini...

Karena setiap kota mempunyai sejuta kisah. Kau takkan pernah menyangka bahwa bangunan tua bisa bersedih saat ia terlupakan, sebuah taman bisa memberi cahaya bila banyak yang mengunjunginya, bahkan tiang listrikdan pohon-pohon bisa marah jika manusia seenaknya menempelkan poster.

Penasaran baca buku Kisah Kota Kita?
Langsung pinjam di aplikasi kesayangan, iPusnas atau iJak yuuk...

Happy Reading~





Salam Literasi,



44 comments:

Nanik nara said...

Samaan, ngakunya suka baca buku parenting dan pengembangan diri, nyatanya suka tertidur kalau baca buku-buku itu. Tapi terus bertahan melek kala baca buku fiksi.

Bagus juga nih buku kisah kota kita, cocok buat memberi pelajaran sejarah buat anak-anak. Dan terbitnya udah sejak 2014, tapi kok saya nggak pernah lihat di toko buku ya. Apa emang cuma ada versi online?

Lidya Fitrian said...

Aku suka baca tapi jarang eh hampir gak pernah ikutan diskuis gitu, pertama memang gak tau di mana hihihi (googling dong), kedua sibuk (alasan).
Gambar ilustasi ceritanya bagus, berwarna pula ya. oh jadi jaman dulu kirim surat pakai merpati kirain pakai burung hantu kaya Harry Potter :)
AKu mau pinjem ah bukunay di aplikasi.

Nyi Penengah Dewanti said...

Huwaa seru banget kisahnya mba Lend
aku belum pernah nyoba pinjem, mau dong ah pinjem buku kece untuk dbaca ini, aku suka buku anak seru dan memberikan insprirasi juga ngingetin jaman dulu yang suka berkirim surat

Diar Ronayu said...

Kalo saya suka ngaku - ngaku hobi baca. Tapi setelah dipikir - pikir perasaan udah nggak pernah baca buku lagi sejak entah kapan. Sekarang paling mbacain buku buat anak - anak aja.. Padahal dulu itu kalo lagi baca buku bisa seharian nggak lepas - lepas bukunya kalau belum tuntas bacanya..

Erin Herlina said...

Zaman aku juga masih berkirim surat mba. Sayang banget memang sekarang kantor pos jarang menerima surat pribadi.

Rani R Tyas said...

Wah ini gerakan mocobareng nya oke banget nih Mbak. Aku juga udah beberapa kali nengok ipusnas. Kayaknya ipusnas lebih sering lumayan bisa dibuka daripada saingannya. Hehe

Wian Hermawan said...

Dulu di dekat rumah aku, ada kantor pos besar yang selalu ramai. Termasuk aku dan adikku yang sering berkunjung kesana. Sekarang, udah dihancurkan dan pindah ke satu ruko kecil.

Maya Nirmala Sari said...

Seneng banget deh lihat perkembangan buku anak-anak sekarang. banyak buku berkualitas bagus terbit. Jadi ga perlu khawatir kehabisan bahan bacaan untuk anak-anak. Harus beli juga nih buku kota kita.

Dewi Rieka said...

Aku juga sekarang banyakan baca novel hihi. Wah seru banget ada klub bukunya, dulu sempat punya lalu stop huhu. Aku suka ilustrasinya, cantik banget kayak ilustrasi buku dari luar negeri ya

Helenamantra said...

oooh ini tuh online yaa alias e-book? wah bisa pinjam berapa lama? berarti download aplikasinya dulu ya. Asik nih

Suciati Cristina said...

Aku jadi inget koleksi perangko dan ikut acara kantor pos hihi
Asyik bgt mak komunitasnya.. baca buku.
Udah lama kynya nggak baca buku anak model gini. Semenjak punya anak iya paling sering buku dongeng anak hihi

Tian Lustiana said...

Jadi pengen beli buat neng Marwah nih, udah lama ga beli buku anak hehe

HM Zwan said...

Kok jadi pingin baca ya...jadi nostalgia nih, surat menyurat dan kirim kartu pos ke kantor pos hehehe. Kebiasaan yang indah di zamannya ^^

Rachmanita AdindaRara said...

Bukunya lucu yaa.. Gemes bentuknyaa.. Aku juga suka koleksi buku sampe punya rak buku kadang males baca malah tdr

Jiah Al Jafara said...

Bagus nih bukunya bikin anak tertarik karena ada gambar2 dan paling penting banyak manfaatnya. Nyoba nyari di perpus ah

duniaeni.com said...

Ya ampuuun ilustrasinya cantiiik banget mirip ilustrasi buku impor. Warna-warnanya fullcolour cantik banget

Puspita Yudaningrum said...

Bukunya unyu" banget dan full colour ya mbak. Menarik banget nih untuk bacaan anak"

ArSen Story said...

Suka pinjem di ipusnas. Lebih enak bacanya bs dimana aja kapan saja tanpa harus nenteng buku. Balikinnya jg segampang itu. Eh itu bukunya kece yaa. Warna warninya memikat

Liza-fathia.com said...

Keren bukunya mbak Lendy. Duh, entah kenapa minat bacaku menurun drastis dalam beberapa tahun ini. Jangankan baca buku baru, buku lama ajanbelum selesai aku lahap. Harus berubah nih

Siti Hairul Dayah/ catatansiemak said...

Anakku kalo tahu ada bukus bagus gini langsung ribut minta dibeliin. Padahal jatah beli buku udah dihabisin

Rohyati Sofjan said...

Seru juga gabung dengan komunitas yang mendorong agar anggotanya rajin baca. Saya cuma baca dikit setiap hari beberapa halaman da buku berat mengenai teori serta kaidah dalam bahasa Indonesia, baca kala hendak bobo atau palung sedang pakai netbook. Jadi pengen baca yang ringan kayak buku anak di atas. Kisahnya seru. Masa SMP dan SMU saya juga suka korespondensi dengan teman lama. Yah, sayang kantor pos telah digerus zaman. Kita lebih nyaman fngan kotak digital kayak ponsel, ha ha. Oh ya, sayang saya gagal unduh aplikasi ipusnas da komputer saya tak menunjang, tipe windows 7. Kayaknya enak bisa baca buku pinjaman setiap saat. Bisa menambah pengetahuan.

Indah Nuria Savitri said...

these books are beautiful indeed mba!sku suka dengan ilustrasinya dan juga cerita yang disampaikan. And the fact that it's so colorful, I bet kids will love it!

iidyanie said...

Jadi penasaran pengen baca bukunya sepertinya asik ya, saya juga kalo baca fiksi itu mata selalu aja melek padahal bukunya tebal beda banget kalo baca buku non fiksi hihi

Lidya Fitrian said...

Kesukaan anak-anak banget buku nih, kayanya hampir tiap minggu beli buku kalo gak ditahan2 :)

Ima Satrianto | www.tamasyaku.com said...

Cocok bukunya untuk anak-anak, karena imajinasinya mudah diterima ya mba. Seneng liatnya juga.

Diyanika said...

Aku sudah lama sekali tidak berkirim surat, Mbak. Terakhir sekitar 12 tahun yang lalu. Tapi, kuakui, berkirim surat itu ada sensasinya tersendiri. Mau buka amplopnya aja deg-deg pyur. Hihi.

Rach Alida Bahaweres said...

Jadi ingat jaman masih kecil senang banget ke kantor pos. Beli perangko, aktif di klub filateli. Sungguh menyenangkan. Tapi buku ini bisa mengajarkan anak lagi nih buat mengenal dunia pos dan surat menyurat :)

April Hamsa said...

Waaah bagus kyke bukunya. Kalau pinjem via apps, jd yang dibaca ebook-nya ya mbak Lendy? Aku blm pernah soalnya install aplikasi itu.
Bukunya kyknya menarik.
Ikutan komunitas baca jg bikin kita tertantang jd makin rajin baca ya :D TFS

Uniek Kaswarganti said...

Untung yaaa aku masih kirim2an kartu pos, jadi warna jingga kantor pos di kotaku mmasih bersinar :))

Itu kelas bacanya dimana, Lendy? Khusus utk yg tinggal di Jakarta aja atau terbuka utk yg di daerah. Please info yaaa... Thks

Siska Dwyta said...

Waktu masih kecil juga saya suka sekali berkirim surat, hehe btw buku anaknya sepertinya menarik nih. Jadi pengen kepoin di ipusnas.

Nia K. Haryanto said...

Iya banget. Buku ini cantik dan bagus. Mupeng kepengen punya. Tapi belom sempet beli. Anak-anak kayaknya bakalan suka.

Noorma Fitriana M. Zain said...

Aku dadi penasaran sama bukunya. Pengen megang langsung. Pengen membaca langsung.

Shifu said...

Tanamkan literasi pada anak sejak Dini bikin penasaran nih bukunya

Nyi Penengah Dewanti said...

Dulu surat mwnyurat begitu populer ya Mba.kangen bikin surat juga. Jaman di Hongkong tlp kan mahal biasanya aku juga surayin keluarga

Diah Alsa said...

Dulu juga sempat korespondensi gitu, seru deh bisa kenalan dengan teman-teman di luar daerah. Sekarang anak-anak mana tahu ya berkirim surat, hihihih.
Jadi penasaran pengen baca juga ini. :)
Baca ini kayak kita kembali ke masa lalu ya Mbak :D

Ujame Gaja said...

Ujame ini tipw yang visual banget. Kalau mau baca buku harua liat dulu dalemnya ada gambar nya apa engga. Kalau engga bakal lama banget baca nya, tapi kalau ada dan ilustrasi nya cakep banget kaya diatas waaah semangat banget dah bacanya

Rotun DF said...

Kayaknya aku perdana berkunjung ke blog ini ya Len. Dan kulangsung jatuh cinta dengan tampilannya. Eeaaa.

Ini bukunya cocok banget ya buat mengenalkan tentang kota yang anak-anak belum ngerti. Kaya kantor pos ini, duh anakku mana ngerti, nggak pernah ke sana pun :(

cicifera said...

duh gambarnya lucu-lucu ya.. jadi pengen baca buku mbak DK Wardhani yang ini.. beliau aware sekali tentang sampah, salut..

Irawati Hamid said...

Wahhh pengen beliin bukunya buat anakku. Bukunya dijual di Gramedia kah, Mba? Kalo ada, mau tak cari ahhh :)

Irawati Hamid said...

Anakku pasti suka bukunya nih. Apalagi bukunya bergambar, makin betah deh dia bacanya :)

Rosanna Simanjuntak said...

Aku juga kalau baca buku seringnya dapat rekomendasi dari teman atau dari review seperti ini misalnya.

Buku anak memang kudu dibuat menarik dan inovatif ya agar bisa mendongkrak minat baca

Echi Mustika said...

Nggak usah anakku, aku pribadi juga masih suka baca buku bergambar seperti ini warnanya banyak cerah-cerah jadi bisa bikin anak belajar warna juga

Donna said...

seneng ya punya temen2 sekumpulan yang doyan #mocobareng. Aku juga senang membaca, apa saja dibaca, tapi kalau buku lebih senang novel perjalanan, buku pengembangan diri, marketing dan parenting atau psikologi. Anak-anakku juga suka bacadan dibiasakan sejak kecil, buku-buku anak selalu tersedia di rumah dan secara rutin ke toko buku.

Monica Anggen said...

Aku punya buku Kota Kita ini dan suka banget isinya. Kadang kalau pas ngumpul sama ponakan suka baca bareng-bareng mereka. Bahkan udah baca berkali-kali, masih suka baca ulang lagi karena isinya oke banget dan paling suka sih liatin ilustrasinya

Post a Comment

 

Bacaan lendyagasshi Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review